Selasa, 16 Oktober 2012

(Andai) Jadi ketua KPK

 Picture Taken from http://pontianak.tribunnews.com

Jadi ketua KPK? Sepertinya tidak mustihal bagi semua orang. Semua orang sah-sah saja menjadi ketua lembaga sejuta manfaat itu. Mengapa sejuta manfaat yang saling berinterelasi? Bayangkan saja, jika tak ada KPK maka akan banyak masyarakat miskin menjadi semakin sengsara karena korupsi, itu masalah sosial. Lalu jika tak ada KPK maka akan ada banyak anak-anak usia sekolah yang hanya dapat bersekolah di balik bilik reot yang dapat mengancam jiwa mereka jika sewaktu-waktu runtuh karena anggaran pembangunan gedung sekolahnya di “Sunat” oleh “Pencopet berdasi”, itu masalah pendidikan. Hmmm.. begitu banyak manfaat KPK, lalu apa “dosa” KPK buat bangsa ini?

Andai menjadi ketua KPK, hal yang pertama ditempuh adalah mengubah ideologi orang terhadap korupsi adalah lambang kemakmuran. Bukan kemakmuran yang akan datang, namun kemelaratan. Hey! Lihatlah masa-masa sulitmu. Apa yang akan kamu lakukan saat itu? Apakah kamu akan berdiam? Tidak, pasti kamu akan menuntut keadilan terhadap para penguasa. Lalu ketika kamu menjadi penguasa apakah kamu lupa dengan masa-masa sulitmu itu? Roda ini berputar bung, jangan sampai orang payah saat ini membalas perbuatanmu. Bung, janganlah kamu mengdangak! Tapi menunduklah. Jika kamu mendangak maka kamu akan merasa pegal dan lama-lama akan sakit. Sama halnya dengan dirimu kini, jika kamu memandang kaum atas terus menerus, maka kamu akan merasa kurang dan berusaha mencari kesempatan untuk korupsi agar tercapai semua kebutuhan fanamu itu. Namun jika kamu menunduk maka kamu tidak akan merasakan kesakitan, sama halnya dengan jika dirimu selalu memandang kaum terpinggirkan. Pasti kamu akan menghela napas dan berkata “Tuhan terima kasih yaa sudah memberikan kesempatan”.

Andai menjadi ketua KPK, akan menanamkan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari adalah modal awal agar Indonesia bebas korupsi. Tidak usahlah menuntut orang lain berlaku jujur dahulu. Semua itu berawal dari kita. Lalu akan berkembang ke lingkungan keluarga, RT, RW, Kampung, Kecamatan, Kota, Kabupaten, Provinsi. Dan jika kita tidak berlaku jujur? Sanksi batinlah yang akan menyiksa.
Andai menjadi ketua KPK, akan menumbuhkan rasa keberanian dalam diri. Kalau belum siap mental maka kita akan ikut terpengaruh oleh “Tikus berdasi” itu. Gempuran dari berbagai pihak akan menjadi wajar ketika kita tahu dalam bertindak.

Andai menjadi ketua KPK, akan menghukum “Pencopet elit” itu dengan hukuman yang paling berat. China dan arab saja berani, mengapa indonesia tidak? Kalau kata pak Dahlan Iskan itu “Buanglah koruptor pada tempatnya”. Kemana kita harus membuangnya? Ke dalam hukuman yang membuat mereka dan orang yang bercita-cita koruptor jera dan kembali ke jalan yang benar.

Andai menjadi ketua KPK, akan selalu berdoa agar Indonesia tidak dilatnat oleh Tuhan karena merajalelanya korupsi. Malu lah jika Indonesia menjadi pemenang “KORUPSI AWARD”. Miris lah ketika anak kecil berkata “Aku ingin belajar dengan giat sampai tingkat yang tinggi, agar ketika besar nanti aku bisa menjadi pencopet yang elit.” Itulah cara pandang anak sekarang. Nah sebagai tugas kitalah yang menumpas sampai akar-akarnya agar di generasi kedepannya Indonesia bebas dari bahaya laten korupsi.


Dibuat oleh ARDI NATAKUSUMA SANJAYA
Pelajar, peyiar radio


Suka artikel ini? Vote yaa di DISINI

Artikel Lainnya

Space Iklan Baris » Membuat Iklan produk/jasa anda semakin efektif dan ekonomis dengan iklan baris loverspedia. Segera daftarkan diri anda untuk Promo Khusus Bulan ini! http://www.loverspedia.co.cc